SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Bunda PAUD Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Jambi dalam upaya memperkuat layanan pendidikan anak usia dini serta mendukung program Wajib PAUD Satu Tahun Pra-SD.
Rakor tersebut membahas strategi optimalisasi layanan PAUD sebagai bagian dari implementasi program wajib belajar 13 tahun dan persiapan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Hadir dalam kegiatan itu Tim Percepatan Wajib Belajar 13 Tahun Direktorat PAUD, Bambang, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Jambi Husna Marlina, para Ketua Pokja Bunda PAUD, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, serta kader Posyandu se-Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Nadiyah mengungkapkan bahwa angka partisipasi anak usia 5-6 tahun pada jenjang PAUD di Kota Jambi mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir.
“Berkat kolaborasi antara Bunda PAUD, TP PKK, kader Posyandu dan Dinas Pendidikan, angka partisipasi anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di PAUD meningkat dari sekitar 59 persen menjadi 88 persen. Ini merupakan awal yang baik, namun masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Menurut Nadiyah, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini harus terus diperkuat. Ia meminta Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan serta kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan pentingnya mengikuti PAUD sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
Ia menjelaskan bahwa usia 0 hingga 5 tahun merupakan masa emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan anak. Pada fase tersebut, perkembangan otak mencapai 80 hingga 90 persen sehingga membutuhkan dukungan gizi yang baik dan stimulasi yang tepat.
“Anak-anak yang mengikuti PAUD umumnya lebih siap memasuki sekolah dasar. Selain belajar mengenal lingkungan belajar, mereka juga dibentuk karakter sosialnya seperti empati, berbagi, dan saling menghargai,” katanya.
Nadiyah juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Salah satunya melalui pembangunan PAUD Negeri di berbagai kecamatan.
Ia menyebutkan, jumlah PAUD Negeri di Kota Jambi terus bertambah. Jika sebelumnya hanya terdapat dua PAUD Negeri, tahun lalu pemerintah telah menambah lima unit sekolah baru. Saat ini, Pemkot Jambi juga tengah menjajaki dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan PAUD Negeri di Kecamatan Alam Barajo dan Paal Merah.
Dalam kesempatan tersebut, Nadiyah turut memperkenalkan aplikasi dan Gerakan Sapa Bahagia, sebuah inovasi yang digagas Bunda PAUD Kota Jambi bersama Dinas Pendidikan untuk mendata anak usia 4-6 tahun yang belum mengenyam pendidikan PAUD.
Menurutnya, Gerakan Sapa Bahagia menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
“Melalui Gerakan Sapa Bahagia, kami berharap tidak ada lagi anak usia dini yang terlewat dari layanan pendidikan. Ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi yang unggul dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.
































