SEKATOJAMBI.COM, SAROLANGUN – Respons cepat aparat kepolisian menjadi kunci meredam konflik antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak keamanan PT Sari Aditya Loka (SAL) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Minggu (12/4/2026). Ketegangan yang sempat memicu benturan fisik berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat.
Sejak menerima informasi potensi aksi penyerangan pada pagi hari, jajaran Polda Jambi dan Polres Sarolangun langsung bergerak melakukan langkah preemtif dan preventif. Personel diterjunkan ke titik-titik rawan, sementara fungsi intelijen melakukan deteksi dini guna memetakan potensi eskalasi di lapangan.
Pendekatan yang ditempuh tidak semata pengamanan terbuka. Aparat juga mengedepankan komunikasi intensif dengan tokoh-tokoh SAD dan pihak perusahaan. Strategi ini dirancang untuk meredam emosi kedua belah pihak sekaligus membuka ruang dialog sebelum konflik meluas.
Namun, situasi sempat memanas akibat kesalahpahaman antara warga SAD dan petugas keamanan perusahaan yang berujung bentrokan fisik. Personel yang telah bersiaga segera melakukan tindakan cepat dengan mengamankan lokasi, memisahkan kelompok yang terlibat, serta mengevakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan.
Pada sore hari, Polres Sarolangun memperkuat pengamanan dengan meminta dukungan tambahan dari Satuan Brimob Polda Jambi. Langkah ini terbukti efektif dalam menstabilkan situasi. Warga SAD berangsur kembali ke wilayahnya, sementara aktivitas di lingkungan perusahaan kembali berjalan dengan pengamanan ketat.
Penguatan personel berlanjut pada Senin (13/4/2026) dini hari, ketika sebanyak 26 anggota Sat Brimob Polda Jambi tiba di lokasi dan langsung bergabung dengan personel yang telah lebih dulu siaga. Mereka disiagakan untuk mengantisipasi potensi konflik susulan sekaligus menjaga stabilitas keamanan.
Selain fokus pada pengendalian situasi, Polri juga memberikan perhatian terhadap korban. Proses evakuasi dan pendampingan medis dilakukan terhadap warga SAD yang mengalami luka. Dua korban dengan kondisi serius telah dirujuk untuk mendapatkan perawatan intensif dan saat ini dilaporkan dalam kondisi stabil.
Hingga kini, situasi di wilayah PT SAL Air Hitam terpantau aman dan kondusif. Personel gabungan masih melakukan monitoring secara ketat guna memastikan tidak terjadi eskalasi lanjutan.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa langkah cepat yang dilakukan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat.
“Polri telah turun langsung sejak awal menerima informasi adanya potensi konflik. Langkah preemtif dan preventif kami lakukan secara maksimal, mulai dari deteksi dini, pendekatan kepada para tokoh, hingga kesiapsiagaan personel di lapangan. Saat terjadi konflik, anggota kami juga bergerak cepat melakukan pengendalian sehingga situasi dapat segera kondusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polri akan terus mengedepankan pendekatan persuasif kepada kedua pihak guna mencegah konflik lanjutan. Masyarakat juga diimbau untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk memanfaatkan layanan call center Polri 110 sebagai sarana pelaporan gangguan kamtibmas. Setiap laporan yang masuk, dipastikan akan ditindaklanjuti secara cepat dan terekam dalam sistem guna menjamin respons yang akurat dan profesional.
Dengan pengamanan berlapis dan pendekatan humanis, Polri memastikan situasi di Sarolangun tetap terkendali, sekaligus mengirim pesan tegas bahwa stabilitas keamanan menjadi prioritas utama di tengah dinamika sosial yang berkembang.































