SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyoroti permasalahan sampah di Kota Jambi yang kerap dikeluhkan warga di media sosial karena tumpukan sampah yang belum terangkut.
Ia meminta para Lurah dan perangkat Kecamatan untuk lebih peka dan turun langsung ke lapangan.
Hal tersebut ditegaskan Kemas Faried saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Camat Telanaipura, Senin (6/4/2026).
Ia menekankan bahwa ASN adalah wajah pemerintah yang paling dekat dengan rakyat.
Ia tidak ingin para pejabat di tingkat kelurahan hanya menunggu laporan tanpa aksi nyata.
“Lurah harus hadir di tengah masyarakat. Saya banyak dapat info soal masalah krusial, terutama sampah yang selalu ramai di medsos. Kita harus responsif, jangan pasif,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan masalah di lapangan harus didukung oleh sarana yang memadai.
Saat ini, DPRD bersama Pemkot Jambi sedang mengupayakan penambahan armada pengangkutan sampah untuk mempercepat pembersihan titik-titik tumpukan limbah.
Bukan sekadar menuntut kedisiplinan, Kemas Faried memastikan bahwa DPRD Kota Jambi berdiri di belakang para ASN untuk memberikan dukungan fasilitas.
Ia menjanjikan pengawalan anggaran yang lebih berpihak pada kebutuhan operasional di lapangan.
Poin Utama Dukungan Legislatif:
1. Optimalisasi Fasilitas: Mendorong pengadaan sarana prasarana yang menunjang kinerja pelayanan publik.
2. Fungsi Pembinaan: Memastikan setiap unit kerja memiliki anggaran yang cukup untuk mengeksekusi program di tingkat bawah.
3. Ruang Koordinasi Terbuka: Kemas meminta ASN tidak ragu melapor jika menemukan hambatan kebijakan dalam melayani warga.
Selain memberikan teguran keras soal pelayanan, politisi ini tetap mengapresiasi jajaran Kecamatan Telanaipura yang telah menjaga tingkat kedisiplinan kerja.
Ia percaya bahwa solidaritas dan kekompakan tim adalah kunci utama.
“Kita adalah tonggak utama dalam melayani masyarakat. Tugas saya adalah memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat demi mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia,” pungkasnya.































