SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Diana Yuli Astuti, mengikuti kegiatan rapat koordinasi secara virtual bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dari Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kementerian Hukum Jambi, Amat Djoemadi, bersama para Analis Kekayaan Intelektual. Rapat dilaksanakan dalam rangka persiapan pelaksanaan agenda “Whats Up Campus Calls Out (CCO) Institut Teknologi Bandung dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Perguruan Tinggi Serentak” yang akan dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 secara terpusat dari Sabuga Institut Teknologi Bandung.
Dalam surat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual disebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja Menteri Hukum RI sekaligus upaya penguatan perlindungan kekayaan intelektual di wilayah. Kantor Wilayah diminta mempersiapkan pelaksanaan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi serta penyerahan sertifikat pencatatan ciptaan lagu atau musik daerah sebagai Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) secara serentak.
Selain membahas kesiapan teknis pelaksanaan virtual, rapat juga membahas koordinasi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah terkait pelaksanaan penandatanganan PKS serta percepatan penyelesaian pencatatan lagu dan musik daerah sebagai bentuk pelindungan kekayaan intelektual daerah. Agenda tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi dan penguatan layanan kekayaan intelektual di wilayah.
Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kanwil Kementerian Hukum Jambi, Amat Djoemadi, menyampaikan bahwa jajaran Kanwil Kemenkum Jambi siap mendukung dan menyukseskan agenda nasional tersebut melalui koordinasi aktif bersama para pemangku kepentingan di daerah.
“Pelaksanaan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan Kanwil Kementerian Hukum dalam meningkatkan kesadaran serta perlindungan kekayaan intelektual, khususnya terkait Ekspresi Budaya Tradisional dan inovasi daerah,” ujar Amat Djoemadi.
Berdasarkan rundown kegiatan, agenda nasional tersebut akan diisi dengan berbagai sesi diskusi terkait inovasi, kekayaan intelektual, dan penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan pemerintah, termasuk penandatanganan kerja sama serentak antara Kantor Wilayah dengan perguruan tinggi dan BRIDA se-Indonesia.































