SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Seorang remaja laki-laki berinisial F (14) dilaporkan hilang tenggelam setelah terseret oleh derasnya arus air Sungai Batang Merangin, di Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin pada Jumat (22/5/2026) sore.
Hingga saat ini, upaya pencarian darurat masih terus diupayakan oleh pihak pemerintah desa setempat bersama ratusan warga secara swadaya di sekitar titik lokasi kejadian perkara.
Kepala Desa Pulau Rengas, Dasrial, membenarkan pihak aparatur desa pertama kali menerima laporan insiden warganya yang hanyut tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.
“Ya, benar, kami mendapatkan informasi sekitar jam 5 sore ada seorang warga desa kami yang berinisial F (14 th) yang hanyut di aliran sungai Batang Merangin,” katanya.
Berdasarkan kesaksian dari rekan-rekan korban yang berada di lokasi, sore itu F bersama teman-temannya tengah bermain dan mandi di sungai. Namun, korban memilih cara yang cukup ekstrem untuk menikmati aliran air.
“Informasi awal yang kami peroleh, warga berinisial F (14 th) ini awalnya mandi di sungai, dapat informasi dari kawan-kawannya, F ini mandi di sungai dengan cara terjun dari atas jembatan, kemudian berenang ke pinggir sungai, karena aliran sungai cukup deras, mungkin si F ini kecapean saat berenang dan tenggelam, sempat dibantu tadi oleh ketiga temannya, tapi tidak sempat tertolong lagi,” tuturnya.
Meskipun korban diketahui memiliki kemampuan berenang yang cukup baik, kuatnya pusaran dan debit air Sungai Batang Merangin diduga membuat stamina remaja 14 tahun tersebut terkuras habis sebelum berhasil mencapai tepian daratan.
Dasrial menjelaskan begitu mendapat kepastian mengenai adanya warga yang tenggelam, pihak Pemerintah Desa Pulau Rengas bergerak cepat menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin serta Tim Pos Basarnas Bungo untuk segera mengirimkan bantuan personel rescue.
“Sampai saat sore ini, belum datang sementara warga kami masih berusaha untuk melakukan pencarian menggunakan perahu tempel untuk mencari korban di sekitar titik korban tenggelam,” tuturnya.
Pemerintah desa bersama masyarakat setempat berkomitmen penuh untuk terus memantau pergerakan air dan menyisir sungai.
Tim gabungan dan warga direncanakan akan terus bersiaga di lokasi kejadian selama beberapa hari ke depan demi memastikan keberadaan F.
“Ya, sementara dalam proses pencarian ini, korban masih belum berhasil ditemukan, beberapa hari kedepan kami pihak Pemerintah Desa Pulau Rengas bersama warga tetap stand by di lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban, korban F ini bisa berenang, dugaan sementara korban tenggelam karena kecapean dan terseret derasnya arus air sungai Batang Merangin,” pungkasnya.
Pihak keluarga dan aparatur desa menaruh harapan besar agar pihak BPBD Merangin dan institusi Tim SAR dapat segera tiba di lokasi.
































