SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Tiga orang karyawan percetakan Anugerah Printing di Jalan Patimura RT 33, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi melompat dari lantai dua pada Jumat malam (8/5/2026).
Hasanudin (23), Riski Fadli dan Wahyudi terpaksa melompat untuk menyelamatkan diri atas kebakaran yang melanda bangunan tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat adanya kebakaran pada lantai satu banguan.
Diceritakan Mustari, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula ketika salah satu karyawan, Hasanudin (23), berada di lantai dua ruko dan mendapati lampu tiba-tiba padam.
Saat memeriksa kondisi sekitar balkon, ia melihat lampu bangunan lain tetap menyala.
Hasanudin kemudian bersama rekannya, Riski Fadli, turun ke lantai satu untuk mengecek kondisi listrik.
Namun saat berada di tangga, keduanya ia mencium asap pekat dan melihat api muncul dari area server CCTV serta lemari di bawahnya.
Melihat api mulai membesar, keduanya kembali ke lantai dua dan membangunkan rekannya, Wahyudi. Ketiganya lalu memutuskan melompat dari balkon lantai dua untuk menyelamatkan diri.
“Korban berhasil keluar, namun salah satu mengalami cedera pada bagian kaki dan langsung ditangani tim PSC 119,” katanya.
Mustari mengatakan, peristiwa itu diketahui saat dirinya menerima laporan kebakaran melalui Call Center Bahagia 112 pada pukul 20.38 WIB. dan mengerahkan Tim Damkar.
“Setelah menerima laporan, personel langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman serta proteksi bangunan di sekitar agar api tidak merembet,” ujar Mustari.
Mustari menyebutkan, api dengan cepat membesar karena berada di area yang dipenuhi material mudah terbakar seperti kertas percetakan.
Sejumlah karyawan sempat berupaya membuka rolling door untuk memadamkan api dan mengevakuasi sepeda motor, namun kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Sebanyak 25 personel Damkar diterjunkan dengan empat unit armada tempur dan suplai air. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 45 menit dengan penggunaan sekitar 6.000 liter air.
Petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik, serta melibatkan TNI-Polri guna pengamanan lokasi dan kelancaran akses armada pemadam.
Mustari menduga kebakaran dipicu instalasi listrik yang tidak diperbarui setelah adanya penambahan daya listrik di bangunan tersebut.
“Ini bukan sekadar korsleting. Penyebabnya karena instalasi listrik tidak diremajakan setelah penambahan daya, sehingga beban berlebih memicu percikan pada jaringan listrik,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan dan peremajaan instalasi listrik, terutama pada bangunan usaha yang menggunakan banyak perangkat elektronik.
“Jangan menambah beban listrik tanpa menyesuaikan standar instalasi. Penggunaan peralatan listrik berlebihan juga sangat berisiko memicu kebakaran,” tutupnya.































