SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik.
ASN dituntut tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu memberikan pelayanan cepat serta solusi yang tuntas kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Maulana saat menjadi keynote speaker dalam Webinar ASN Siginjai Belajar Seri 02 Tahun 2026 bertajuk “Jambi Bahagia: Sigap Layani, Tuntas Beri Solusi”, yang digelar secara daring dari Ruang Kerja Wali Kota Jambi, pada Kamis (18/6/2026) yang diselenggarakan BKPSDMD Kota Jambi dan diikuti lebih dari 1.100 ASN dari lingkungan Pemerintah Kota Jambi serta peserta dari instansi luar daerah.
Dalam arahannya, Maulana menyebut pelayanan publik merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia sebagaimana tertuang dalam Perda Kota Jambi Nomor 03 Tahun 2025. Konsep “Bahagia” dimaknai sebagai Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.
“Pelayanan publik harus berorientasi pada kepuasan masyarakat. ASN harus hadir sebagai pelayan yang sigap, bukan sekadar pelaksana administrasi,” ujarnya.
Maulana juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Kota Jambi yang menunjukkan tren positif, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang berada di angka 5,13 persen, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, inflasi yang terkendali, serta perbaikan rasio ketimpangan pendapatan.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aparatur pemerintah dalam menjalankan program pembangunan secara konsisten.
Ia menyoroti besarnya jumlah ASN di lingkungan Pemkot Jambi yang mencapai 10.067 orang, terdiri dari 4.342 PNS dan 5.725 PPPK. Jumlah tersebut, kata Maulana, harus menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau setiap ASN memberikan satu pelayanan terbaik setiap hari, maka lebih dari 10 ribu pelayanan bisa hadir untuk masyarakat setiap hari,” katanya.
Maulana menegaskan ASN memiliki 3 peran utama, yakni sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan, dan agen perubahan birokrasi. Karena itu, ia meminta seluruh aparatur memiliki semangat pengabdian dalam bekerja.
Ia juga mengingatkan tantangan pelayanan publik saat ini yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya tuntutan masyarakat, tingginya ekspektasi publik, hingga percepatan digitalisasi layanan.
Menurutnya, era keterbukaan informasi membuat kinerja ASN semakin mudah dinilai oleh masyarakat. Satu kesalahan kecil dalam pelayanan, kata dia, dapat dengan cepat menjadi sorotan publik.
“Karena itu ASN harus bekerja sesuai SOP, lebih profesional, sabar, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.
Sebagai langkah transformasi, Pemerintah Kota Jambi terus mendorong digitalisasi layanan publik melalui berbagai sistem aplikasi, mulai dari layanan kependudukan, perizinan, pajak, hingga pengaduan masyarakat melalui aplikasi JAGA.
Ke depan, seluruh layanan tersebut ditargetkan terintegrasi dalam satu sistem digital agar masyarakat dapat mengakses layanan secara lebih cepat dan mudah.
Maulana juga menekankan pentingnya integritas ASN dalam menjalankan tugas. Ia meminta aparatur menghindari praktik pungutan liar serta memberikan pelayanan yang bersih dan transparan.
“ASN sudah mendapatkan haknya dari negara. Karena itu tidak boleh ada pungutan di luar ketentuan. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga memaparkan sejumlah program unggulan Pemkot Jambi dalam mewujudkan visi Jambi Bahagia, di antaranya Kampung Bahagia, Kartu Bahagia, Bank Harkat, serta layanan Call Center 112.
Program Kampung Bahagia, kata dia, menjadi salah satu instrumen pelayanan berbasis masyarakat yang melibatkan RT, lurah, dan camat, termasuk dalam pengelolaan lingkungan dan peningkatan keamanan melalui sistem CCTV terintegrasi.
Sementara itu, Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, menyebut kegiatan webinar tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi ASN dalam menjawab kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang.
Menurutnya, konsep “Sigap Melayani, Tuntas Memberi Solusi” harus menjadi budaya kerja aparatur, bukan sekadar slogan.
“Pelayanan tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga harus memberikan solusi atas persoalan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat implementasi nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan di Kota Jambi.



























