SEKATOJAMBI.COM, MERANGIN – Pj Bupati Kabupaten Merangin, H. Mukti memimpin Apel Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2024, di halaman kantor Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, Sabtu pagi (10/8/2024).
Apel ini turut dihadiri Dandim 0420 Sarko Letkol Inf Suyono, Kapolres Merangin diwakili Kabag OPS Kompol Agus Soleh, Danyon Brimob Pelopor B Merangin diwakili AKP Sudartono, Asisten I Setda Merangin M Sayuti, unsur Forkopimda, para kepala OPD, perwakilan dari sejumlah perusahaan perkebunan.
Pada Apel Siaga Darurat Karhutla itu, Pj Bupati Merangin H. Mukti, memeriksa perlengkapan dan peralatan Karhutla dari instansi terkait, serta sarana dan peralatan penanggulangan Karhutla.
Selain itu, juga menyerahkan 1 unit mobil Damkar Hibah dari Pemerintah Provinsi Jambi kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Merangin.
“Untuk mengantisipasi dampak akibat terjadinya bencana Karhutla ini, perlu dilakukan upaya-upaya yang sifatnya cepat, tepat dan terpadu, sesuai dengan standar prosedur penanganan darurat, guna mengurangi dampak Karhutla,” kata Pj Bupati Mukti dalam arahannya.
Mukti menambahkan, status Siaga Darurat Karhutla sudah ditetapkan sejak 9 Agustus 2024 sampai dengan 31 Oktober 2024, melalui Keputusan Bupati Merangin Nomor 347 Tahun 2024 Tentang Status Siaga Darurat Bencana Karhutla.
“Kita juga mengaktifkan posko ‘Crisis Centre’, membuka posko lapangan, mensiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan mengambil langkah yang cepat dan tepat apabila diperlukan,” jelasnya.
Langkah-langkah yang perlu diambil, menurut H Mukti yakni melakukan pemantauan dan mengambil tindakan seperti melakukan pemetaan daerah-daerah rawan Karhutla dan melakukan sosialisasi tentang bahaya Karhutla kepada masyarakat.
Untuk instansi terkait, pinta Pj Bupati Merangin H Mukti meminta agar bisa menjalankan pekerjaan sesuai dengan fungsinya.
“Saya berharap kepada para Camat dan para Kepala Desa se Kabupaten Merangin, agar pro aktif dalam upaya menangani Karhutla ini, dengan melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang bisa memicu terjadi Karhutla,” harapnya.































