SEKATOJAMBI.COM, BATANGHARI – Polda Jambi telah melakukan penertiban besar-besaran di kawasan sumur minyak ilegal alias illegal drilling, di Senami, Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari.
Sejumlah barang bukti yang didapatkan dari operasi di kawasan sumur minyak ilegal ini, juga sudah tiba di Polda Jambi.
Barang bukti dari kawasan sumur minyak ilegal di Senami ini, tiba di Polda Jambi Kamis 27 Februari 2025 pagi tadi.
Dalam operasi penertiban sumur minyak ilegal di Senami ini, ada 2 nama yang disebut-sebut. Keduanya adalah Deka, dan Irul Biji Nangko.
Deka dan Irul Biji Nangko ini adalah pemilik pokan tempat sumur minyak ilegal itu beroperasi selama ini.
Lantas, bagaimana peran keduanya selama ini dalam aktivitas ilegal tersebut?
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto, melalui Kasubbid Penmas Kompol M Amin Nasution, mengatakan saat ini kepolisian sedang mendalami kasus ini.
“Ini termasuk 2 nama tadi. Seperti apa sebenarnya peran DK dan IB ini,” kata Kompol Amin, saat dikonfirmasi Kamis 27 Februari 2025.
Penyidik kata dia, juga sedang melakukan pencarian terhadap keduanya, demi kepentingan kasus ini. “Informasi yang kita terima, memang 2 nama itu yang muncul,” kata dia.
Seperti diketahui, Polda Jambi tak mau main-main dalam memberantas aktivitas sumur minyak ilegal alias illegal drilling di wilayah Tahura, Senami, Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari.
Penertiban aktivitas sumur minyak ilegal ini dilakukan Selasa 25 Februari 2025 pukul 10.00. Tak tanggung-tanggung, tim gabungan Polda Jambi, Brimob dan personel Polres Batanghari turun langsung dalam penertiban ini.
Informasi yang didapat, pukul 15.45 personel tiba di lokasi illegal drilling di pokan milik Deka. Di sana, ditemukan 15 jerigen minyak berisi solar dan pertalite, lalu 7 mesin robi, 1 bal selang baru, 1 selang bekas pakai, dan 1 buah angkrong.
Penertiban terus dilakukan. Pukul 16.00, di jalan dekat pokan milik Deka ditemukan mobil truk pengangkut minyak dalam kondisi terparkir.
Di sini, diamankan 3 orang pria. Kemudian pada pukul 17.15 Wib, ditemukan pokan yang menurut warga sekitar lokasi diduga milik Irul Biji Nangko.
Tim kemudian turun ke lokasi dekat sumur yang terbakar, dan pukul 20.30 personel tiba di Bor 8 tempat barang bukti kendaraan truk pengangkut minyak yang tersangkut di jalan.
Adapun 3 pria yang diamankan adalah Robi, Asep, dan 1 orang lain yang belum diketahui namanya.
“Mereka adalah pekerja pokan dan sopir,” kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto, melalui Kasubbid Penmas Kompol M Amin Nasution, Rabu 26 Februari 2025.
Dari operasi tersebut, barang bukti yang diamankan adalah 15 jerigen berisi solar, 4 jerigen berisi pertalite. Lalu 7 mesin robin, 1 bal selang baru, 1 selang bekas pakai, dan 1 buah angkong.
“Penertiban illegal drilling ini akan terus dilakukan,” tegas Kompol Amin.
Penertiban ini kata dia, merupakan bukti bahwa Polda Jambi fokus pada pemberantasan illegal drilling. Bersama TNI dan instansi lainnya.
Polda Jambi juga mengimbau masyarakat, untuk bersama-sama menjaga agar lingkungan tetap hijau, dengan cara tidak merusak dengan kegiatan illegal drilling.































