SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Saat sebagian kota masih menggeliat dari tidur, ratusan personel Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi sudah berdiri sigap di Lapangan Apel, Kamis (9/4/2026). Tepat pukul 06.30 WIB, usai apel pagi, mereka tidak langsung beranjak ke rutinitas, melainkan masuk ke sesi praktik lapangan program “Polantas Belajar Bersamo” — sebuah inisiatif yang kini menjadi tulang punggung peningkatan kompetensi internal.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Di bawah pengawasan langsung Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar kolektif yang menyatukan seluruh elemen personel tanpa sekat jabatan. Mulai dari Perwira Menengah (Pamen), Perwira Pertama (Pama), Bintara, hingga ASN, semua terlibat dalam satu forum pembelajaran yang sama.
Melalui laporan yang disusun Ps. Kasubbagrenmin, AKP Fidelis Gulo, pelatihan kali ini menghadirkan Subdit Gakkum sebagai instruktur utama. Materi yang disampaikan tidak bersifat teoritis semata, melainkan langsung diuji dalam praktik yang menyentuh kebutuhan lapangan.
Tiga aspek krusial menjadi fokus latihan. Pertama, mekanisme operasional Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang kini menjadi wajah baru penegakan hukum berbasis teknologi. Kedua, teknik Traffic Accident Analysis (TAA) guna meningkatkan akurasi penanganan kecelakaan lalu lintas. Ketiga, penguatan kembali teknik pengaturan lalu lintas yang menjadi fondasi kerja polisi di jalan raya.
Kombes Pol. Adi Benny Cahyono menegaskan, program “Polantas Belajar Bersamo” bukan agenda formalitas, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang adaptif dan terintegrasi.
“Tujuannya agar setiap personel, tanpa memandang fungsi asalnya, memiliki wawasan luas mengenai tugas teknis di bidang lain. Dengan memahami teori yang diimplementasikan langsung dalam praktik, kita mencetak personel yang tangguh, profesional, dan siap memberikan pelayanan terbaik secara terpadu,” ujarnya.
Yang menarik, pelatihan ini dikemas dalam durasi singkat — hanya satu jam setiap pagi. Format ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjaga ritme kedinasan tetap berjalan normal, metode ini juga memastikan peningkatan kompetensi berlangsung konsisten tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Program ini dijalankan secara bergilir, melibatkan berbagai fungsi mulai dari Bagbinopsnal hingga Subbagrenmin. Pola tersebut memperkuat transfer pengetahuan lintas bidang, sekaligus menumbuhkan budaya belajar yang selama ini menjadi tantangan dalam institusi yang bergerak cepat seperti kepolisian.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Ditlantas Polda Jambi tengah berbenah serius. Di tengah tuntutan publik akan pelayanan yang transparan dan profesional, pendekatan berbasis pelatihan praktis seperti ini menjadi jawaban konkret.
Dengan ritme yang disiplin dan materi yang relevan, “Polantas Belajar Bersamo” bukan hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kualitas pelayanan publik berawal dari kesiapan individu di lapangan.
Di Jambi, perubahan itu kini dimulai sejak matahari terbit.































