SekatoJambi.com , Ditunjuknya Ganjar Pranowo menjadi Calon Presiden dari PDI Perjuangan mendapat sorotan dari media asing.

Gubernur Jawa Tengah ditunjuk sebagai capres dari PDIP Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor pada Jumat (21/4/2023).

Sorotan itu contohnya adalah media asal Singapura, Channel News Asia (CNA).

Dalam artikel tersebut, CNA menuliskan judul ‘Indonesia’s PDI-P picks Central Java governor Ganjar Pranowo as presidential candidate’.

Lalu pada artikel pembuka, CNA berfokus pada pelantikan Ganjar oleh Megawati sebagai capres dari PDIP.

Selain itu, disorot pula terkait kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani.

Pernyataan Jokowi usai Ganjar ditunjuk menjadi capres PDIP pun turut ditulis dalam pertengahan artikel.

Adapun pernyataan yang dituliskan yakni terkait pujian Jokowi terhadap Ganjar yang disebutnya dekat dengan rakyat.

“Pak Ganjar (Pranowo) adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat, selalu mendekati mereka, dan sangat memegang ideologi,” ujar Jokowi.

Tak hanya itu, pidato Ganjar pun turut dikutip oleh CNA.

“Tentu ini bukan sesuatu yang mudah. Sehingga, saya meminta dukungan dari kalian.”

“Saya harap, saya mampu untuk menjalani amanah ini. Semoga Tuhan menyertai saya,” ujarnya.

Kemudian, pada akhir artikel lebih menyoroti terkait aturan pemilu di Indonesia hingga koalisi antar partai.

Tak hanya itu, pidato Ganjar pun turut dikutip oleh CNA.

“Tentu ini bukan sesuatu yang mudah. Sehingga, saya meminta dukungan dari kalian.”

“Saya harap, saya mampu untuk menjalani amanah ini. Semoga Tuhan menyertai saya,” ujarnya.

Kemudian, pada akhir artikel lebih menyoroti terkait aturan pemilu di Indonesia hingga koalisi antar partai.

Berbeda dengan CNA, awal paragraf artikel dari The Business Times menyoroti kontestasi antar capres yang dalam beberapa hasil survei berada di tiga teratas yakni Ganjar Pranowo, eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto.

Kemudian pengusungan Ganjar oleh PDIP sebagai capres ditulis pada pertengahan artikel.

Selain itu, artikel tersebut juga menganggap penunjukan Ganjar sebagai capres PDIP turut mengakhiri isu tiga periode terhadap Jokowi.

The Business Times turut menyoroti penundaan Pemilu 2024 oleh partai