SEKATOJAMBI.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya pengembangan teknologi lokal dalam menghadapi ancaman tsunami di masa depan.
Plt Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan hal tersebut dalam Focus Group Discussion terkait Sistem Processing Merah Putih.
Menurutnya, sistem peringatan dini tsunami saat ini memang berfokus pada ancaman tsunami megathrust, seperti yang terjadi di Banda Aceh.
Namun Dwikorita menyebut pengembangan Sistem Processing Merah Putih telah jauh berkembang dibandingkan 20 tahun lalu.
“Sistem ini tidak hanya disiapkan untuk menghadapi tsunami megatrust, tetapi juga untuk berbagai jenis tsunami lainnya,” ungkapnya, seperti dikutip dari laman BMKG, Selasa (10/9/2024).
Harapannya, pengembangan ini mendukung kemandirian teknologi dalam sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS).
Serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang berguna bagi pemangku kepentingan dalam menyusun konsep evakuasi yang efektif dan efisien.
Dwikorita menyebut BMKG bersama berbagai universitas di Indonesia saat ini tengah mengembangkan sistem pemrosesan tsunami dan gempa bumi yang sepenuhnya dikerjakan oleh pakar-pakar Indonesia.
Ia berharap ke depannya Indonesia mampu lebih mandiri dalam mengembangkan teknologi mitigasi bencana.
Meskipun kolaborasi dengan negara maju tetap dilakukan, ia tidak ingin terus bergantung sepenuhnya pada teknologi mereka.
Lebih lanjut, Dwikorita berharap sistem baru yang dikenal dengan “Merah Putih” ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi asing.
Adapun pengembangan Sistem Processing InaTEWS Merah Putih ini adalah manifestasi kemandirian bangsa dan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Sistem ini diharapkan dapat mendorong kreativitas dan inovasi dari kalangan akademisi serta praktisi dalam merancang sistem peringatan dini yang lebih akurat dan efektif.
Selain itu, sistem ini juga diharapkan menjadi contoh sukses kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga internasional
Tentu dengan dukungan dari berbagai pihak seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI).
Kendati masih ada tantangan, optimisme bahwa Indonesia akan menjadi negara yang lebih siap menghadapi bencana di masa depan tetap tinggi.
Sebagai informasi, kegiatan Focus Group Discussion ini berlangsung di Auditorium BMKG pada Kamis (5/9/2024).
Berbagai pakar, world bank, hingga perwakilan dari berbagai universitas turut hadir dalam acara tersebut.
































