SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Komedian asal Jambi tersebut, Debi Ceper dilaporkan oleh siswi SMP atas kasus pencemaran nama baik, atau atas dasar Undang-Undang ITE.

Polda Jambi melibatkan tiga saksi ahli atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat komedian asal Jambi, Debi Ceper.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi, Kompol Andi Purwanto mengatakan, dalam kasus ini, pihaknya sudah meminta keterangan dari saksi ahli Bahasa, saksi ahli ITE dan saksi ahli pidana.

“Ya, kita libatkan tiga saksi ahli,” kata Andi, Senin (20/6/2023).

Dalam agenda ini, Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi mengundang ke dua belah pihak, untuk dilakukan pertemuan dan diupayakan penyelesaian kasus dugaan pencemaran nama baik atau Undang-undang ITE yang dilaporkan oleh Fadiyah Alkaf, diselesaikan dengan proses RJ di Mapolda Jambi.

Namun, yang hadir hanya terlapor, yakni Debi Ceper. Tetapi Fadiyah tidak memenuhi undangan tersebut.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi, Kompol Andi Purwanto mengatakan, pihaknya memang mengagendakan pertemuan tersebut pada hari ini.

“Memang kita undang ke dua belah pihak, baik pelapor dan terlapor. Tetapi pada pukul 10 tadi, hanya ada terlapor, dan pelapor tidak hadir,” katanya.

Ia menjelaskan, setelah undangan pertama ini tidak membuahkan hasil, pihaknya akan kembali melakukan undangan mediasi untuk yang ke dua kalinya.

“Kalau undangan berikutnya, kejadiannya seperti ini, pelapor tidak datang, maka kita lanjutkan pada tahap proses penyidikan,” sebutnya.

Sementara itu, Debi Ceper yang memenuhi undangan tersebut enggan berkomentar, dan memilih diam saat keluar dari ruang Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi.