SEKATOJAMBI.COM, SAROLANGUN – Polres Sarolangun bersama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Densus 88 Anti Teror Polri, serta instansi terkait menggelar Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET), Tindak Pidana Terorisme Lanjutan (TCC), Perundungan, serta Bahaya Narkoba di lingkungan pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Sarolangun, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Sosialisasi ini diikuti sebanyak 5.442 peserta secara langsung dan 10.000 peserta secara daring yang terdiri dari pelajar tingkat SMA, SMK, MAN, SMP, MTs, Pondok Pesantren, serta Guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergitas antara Pemerintah Daerah, Densus 88 AT Polri, Polres Sarolangun, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pemahaman wawasan kebangsaan, membangun karakter generasi muda, serta mencegah masuknya pengaruh negatif yang dapat mengancam persatuan dan keamanan masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I.; Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., CHRA.; Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, S.E., M.M.; Bupati Sarolangun H. Hurmin; Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika; Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H.; Wakapolres Sarolangun Kompol Sumarno Berutu, S.H., serta jajaran Forkopimda dan unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Sarolangun H. Hurmin mengajak para pelajar untuk membangun karakter yang berakhlak mulia, memiliki rasa cinta tanah air, serta menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bupati juga mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikal, intoleransi, maupun tindakan perundungan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani menegaskan pentingnya pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme sejak dini. Ia mengajak generasi muda untuk berpikir kritis, melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, serta menjauhi konten digital yang mengandung unsur kekerasan dan kebencian.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa Polri berkomitmen melakukan langkah pencegahan melalui pendekatan edukatif dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Menurutnya, generasi muda harus dibekali pemahaman yang kuat agar memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda maupun ajakan yang menyesatkan.
“Polres Sarolangun terus mendukung upaya pencegahan melalui edukasi, mengajak para pelajar menjadi generasi yang disiplin, taat hukum, serta mampu menjaga diri dari pengaruh negatif yang dapat merugikan masa depan,” ujar Kapolres.
Dalam penyampaian materi, Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra menjelaskan bahwa penyebaran paham radikal saat ini banyak memanfaatkan ruang digital sebagai sarana penyebaran propaganda. Ia juga mengingatkan bahwa tindakan perundungan bukan sekadar candaan, melainkan bentuk kekerasan yang dapat berdampak serius dan berpotensi masuk ranah hukum.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman dari Mitra Deradikalisasi sekaligus mantan narapidana terorisme, Giovanov Rafli, yang membagikan pengalaman terkait bahaya doktrin menyimpang serta pentingnya mempelajari agama dari sumber terpercaya dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur damai sesuai aturan hukum.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda Kabupaten Sarolangun semakin memiliki wawasan kebangsaan yang kuat serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga persatuan dan keamanan lingkungan.


























