Walikota Jambi Syarif Fasha Ancam Kenakan Denda 50 Juta Dan 6 Bulan Penjara Supir Batubara

 

Sekatojambi.com, Kota Jambi – Walikota Jambi, Syarif Fasha marah besar terhadap para supir mobil truk Batubara yang sewenang-wenang masuk dalam Kota Jambi sehingga buat resah masyarakat Kota Jambi.

Hal disampaikan langsung oleh Walikota Jambi Syarif Fasha diruangan Aula rumah Dinas Walikota Jambi pada hari Rabu 25 Januari 2023.

Dalam ketegasan Fasha, ia akan mendenda puluhan juga kepada para supir truk yang membawa batubara serta kurungan 6 bulan penjara ketika masuk melintasi dalam Kota Jambi.

“Kita sepakat bersama TNI, Polri serta Forkopinda Pemerintah Kota Jambi mendenda 50 juta rupiah dan 6 bulan kurungan penjara bagi supir truk masuk dalam Kota Jambi,”ujarnya.

Tidak hanya truk berisi batubara, ia juga mempertegas mobil truk batubara yang kosong juga tidak diperbolehkan masuk dalam Kota Jambi dan akan didenda tilang akumulatif.

“Mobil truk batubara yang kosong juga tidak boleh lewat dan akan didenda dan truk batubara boleh melintasi Kota Jambi yakni jalan yang sudah ditentukan ruas jalan seperti lingkar barat dan lingkar selatan Kota Jambi,” jelasnya Walikota

Fasha mempertegas, peraturan ia tegakan sesuai perda nomor 4 tahun 2017 dan demi menegakan kedisiplinan, Fasha langsung berkomunikasi dengan Bhabinkamtipmas, forum rt Kota Jambi serta masyarakat untuk melaporkan mobil truk membawa batubara ke pihak aparat keamanan.

“Mobil truk yang membawa batubara sering masuk melintasi jalan dalam Kota Jambi saat malam hari dan ia berpesan kepada rt dan masyarajat agar melaporkan ke pihak berwajib supaya disidang ditempat dan langsung denda serta dipenjara,”terangnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi, Fajar Rudi Manurung saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan truk batubara sangat mengganggu masyarakat dalam Kota Jambi dan akan ditindak.

“tilang yang Spesial yang bisa buat efek jera terhadap para supir truk batubara dan kita sudah siapkan hakim untuk sidang ditempat langsung jika kedapatan masuk dalam Kota Jambi,”katanya.

 

Novalino