SEKATOJAMBI.COM, MUARO JAMBI – Satuan Reserse Narkoba Polres Muaro Jambi terus menggencarkan perang terhadap peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dalam waktu hanya satu bulan sejak menjabat, Kasat Resnarkoba Polres Muaro Jambi AKP Jeki Noviardi bersama jajarannya berhasil mengungkap 10 kasus narkotika di tujuh kecamatan berbeda.
“Selama satu bulan ini kami fokus melakukan penindakan dan pemetaan wilayah rawan peredaran narkoba,” ujar AKP Jeki Noviardi.
Dari 10 kasus yang diungkap, Kecamatan Kumpeh Hilir menjadi wilayah dengan kasus terbanyak yakni tiga perkara. Sementara itu, masing-masing satu kasus ditemukan di Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, Sungai Bahar, Jaluko, dan Sekernan. Sedangkan dua kasus lainnya diungkap di Kecamatan Maro Sebo.
Tak hanya melakukan penindakan rutin, polisi juga bergerak cepat menindaklanjuti kasus narkoba yang sempat viral di wilayah Sungai Aur dan Sungai Bungur, Kecamatan Kumpeh Hilir. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu orang pelaku dan menggerebek tiga lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas peredaran narkotika.
Penggerebekan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang meresahkan warga sekitar. Dari lokasi tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, sepanjang tahun 2026, Polres Muaro Jambi tercatat telah mengungkap 30 kasus narkotika dengan total 32 tersangka. Dari jumlah itu, 28 tersangka merupakan laki-laki dan empat lainnya perempuan.
Tak sedikit barang bukti yang berhasil diamankan polisi. Total sitaan mencapai:
467,3 gram sabu
1.432,43 gram ganja
196,5 butir ekstasi
Jika dikalkulasikan, nilai ekonomis seluruh barang bukti tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp658 juta. Rinciannya, sabu senilai Rp607 juta, ganja Rp1,4 juta, dan ekstasi sekitar Rp49 juta.
AKP Jeki menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan tegas terhadap pelaku peredaran narkotika di wilayah Muaro Jambi. Ia juga meminta masyarakat aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
“Peran masyarakat sangat penting untuk bersama-sama memutus mata rantai peredaran narkoba yang saat ini semakin meresahkan,” tegasnya.































