SekatoJambi.com, Jambi – Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (provinsi jambi) Meminta kepada PB PMII kooperatif terhadap Ketua PKC PMII Jambi yang hari ini menempati dua jabatan dalam satu organisasi.

Para Kader PMII Jambi mendukungan untuk mendesak ketua PKC PMII Jambi yang saat ini menjabat di bagian pengurus PB PMII untuk tidak lagi mengatas namakan ketua PKC PMII Jambi dan untuk mabinda PKC PMII Provinsi Jambi jangan nempel nama saja di SK PKC Jambi sebagai pembina.

Salah seorang pengurus PKC PMII Jambi berinisial AR dalam keterangannya di Jambi, senin, menyayangkan adanya kekosongan kepemimpinan setelah Sahabat ketua PKC Jambi duduk di struktur pengurusan PB PMII .

“Sejak dilantik PB PMII Ketua PKC Jambi sering kali membuat pamplet berupa ucapan ataupun yang lainnya, Seharusnya, lanjut dia, dalam etika peraturan organisasi itu tidak di benarkan, yang lebih anehnya Ketua Umum PB PMII hanya diam membisu” sebutnya AR.

Kekosongan kepemimpinan PKC PMII Jambi sangat miris banyak program PKC PMII Jambi yang tidak terlaksana.

“Sejak pelantikan PB PMII ya kekosongan PKC PMII Jambi sangat terasa untuk kader PMII Provinsi Jambi” jelasnya AR

Oleh karena itu, kata AR, demi keberlangsungan dan keselamatan organisasi PMII di provinsi Jambi dirinya meminta para kader tercinta untuk menyelamatkan organisasi PMII diprovinsi jambi dengan bantuan ketua cabang yang aktif. Tugas kader PMII Provinsi Jambi, kata dia, meminta PB PMII melek, jangan PO di kangkangi hanya diam saja.

Sebelumnya para kader PMII Jambi telah membuatkan surat kepada Ketua Umum PB PMII melalui akun Instagram PMIIJambi tapi sang Ketua Umum PB PMII dengan ciri khas PMII mendunia hanya melihat surat itu.

AR menyampaikan kita ada bukti bahwa ketum PB PMII masa khidmat sekarang hanya melihat dan tidak merespons, seorang pemimpin pusat seharusnya peka terhadap permasalahan ini. Saya tekankan kembali kongres sudah selesai dan PB PMII telah dilantik.

“Mungkin dia lupa baca PO atau ngak pernah baca tentang tidak boleh dua jabatan dalam organisasi PMII, tuturnya.

(red)